Renungan Katolik

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian 24 May 2012

Bacaan

Kisah Para Rasul 23:6-11
23:6 Dan karena ia tahu, bahwa sebagian dari mereka itu termasuk golongan orang Saduki dan sebagian termasuk golongan orang Farisi, ia berseru dalam Mahkamah Agama itu, katanya: “Hai saudara-saudaraku, aku adalah orang Farisi, keturunan orang Farisi; aku dihadapkan ke Mahkamah ini, karena aku mengharap akan kebangkitan orang mati.”
23:7 Ketika ia berkata demikian, timbullah perpecahan antara orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki dan terbagi-bagilah orang banyak itu.
23:8 Sebab orang-orang Saduki mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan dan tidak ada malaikat atau roh, tetapi orang-orang Farisi mengakui kedua-duanya.
23:9 Maka terjadilah keributan besar. Beberapa ahli Taurat dari golongan Farisi tampil ke depan dan membantah dengan keras, katanya: “Kami sama sekali tidak menemukan sesuatu yang salah pada orang ini! Barangkali ada roh atau malaikat yang telah berbicara kepadanya.”
23:10 Maka terjadilah perpecahan besar, sehingga kepala pasukan takut, kalau-kalau mereka akan mengoyak-ngoyak Paulus. Karena itu ia memerintahkan pasukan untuk turun ke bawah dan mengambil Paulus dari tengah-tengah mereka dan membawanya ke markas.
23:11 Pada malam berikutnya Tuhan datang berdiri di sisinya dan berkata kepadanya: “Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma.”
Mazmur 1
1:1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
1:4 Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.
1:5 Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar;
1:6 sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.
Yohanes 17:20-26
17:20 Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka;
17:21 supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
17:22 Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:
17:23 Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.
17:24 Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.
17:25 Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku;
17:26 dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka.”

Renungan:

Banyak dari kita merupakan sebangsa dan setanah air. Memiliki perasaan sebagai satu bangsa dalam kesatuan negara. Tapi tidak berarti semua selalu menjadi satu kata dengan pemerintah. Demikian juga dalam hal pelayanan, menjadi satu negara tidak berarti wajib dalamĀ  mengasihi dan melayani terutama dalam koridor politik nasional tertentu.Namun dalam standard Yesus, menjadi “satu” berarti kita menjadi satu seperti Yesus dan Bapa adalah satu (Yoh 17:21-22). Bersatu berarti hidup dalam Kristus. Dan dengan Dia berada di dalam kita (Yoh 17:23) berarti kita menjadi bait Roh Kudus (1 Kor 6:19) dan dengan Allah Tritunggal tinggal di dalam kita, “bersatu” berarti menjadi anggota tubuh Kristus dan dibabtis ke dalam tubuhNya, dalam satu kesatuan Gereja (1 Kor 12:12-13).

Apakah anda “bersatu” sebagaimana kesatuan negara, atau anda bersatu sebagaimana Tritunggal Mahalkudus? Tentu saja, tidak mungkin bagi kita untuk memiliki kesatuan Tritunggal – oleh karena kemampuan manusia yang terbatas. Tetapi roh kudus akan memberi kita kesatuan Ilahi, sebagaimana yang Dia lakukan di waktu Pentakosta yang pertama (Kis 2:7-11; Ef 4:3; 1 Kor 12:13).

Terimalah roh kudus, terimalah berkat Ilahi, dalam kesatuan Tritunggal Mahakudus, dengan Allah, pasangan hidup, keluarga, saudara dan saudari kita dalam Kristus, dan bahkan musuh-musuh kita. Dan kemudian dunia akan menjadi percaya (Yoh 17:21).


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *