Renungan Katolik

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian 9 Mei 2012

Kisah Para Rasul 15:1-6
15:1 Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: “Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan.”
15:2 Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu.
15:3 Mereka diantarkan oleh jemaat sampai ke luar kota, lalu mereka berjalan melalui Fenisia dan Samaria, dan di tempat-tempat itu mereka menceriterakan tentang pertobatan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Hal itu sangat menggembirakan hati saudara-saudara di situ.
15:4 Setibanya di Yerusalem mereka disambut oleh jemaat dan oleh rasul-rasul dan penatua-penatua, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka.
15:5 Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata: “Orang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa.”
15:6 Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan soal itu.
Mazmur 1
1:1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
1:4 Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.
1:5 Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar;
1:6 sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.
Yohanes 15:1-8
15:1 “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.
15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

Renungan

Yesus adalah pokok anggur yang benar, dan kita adalah cabangnya (Yoh 15:5). Kita harus berbuah dengan berlimpah atau dibuang ke dalam api dan dibakar (Yoh 15:6). Kita tidak berbuah hanya dengan melalui usaha kita sendiri tapi dengan hidup dalam Yesus dan membiarkan Dia hidup di dalam kita (Yoh 15:5). Kita berbuah setelah dibentuk oleh Firman Allah (Yoh 15:2-3). Dengan demikian, “berbuah” merupakan hasil dari hubungan kita dengan Yesus dan pemurnian kita olehNya.

Meskipun “berbuah” merupakan hal yang sederhana, namun tidak selalu mudah, karena menjalin hubungan dengan Tuhan membutuhkan penyangkalan diri, memanggul salib kita sehari-hari, dan mengikuti-Nya (Luk 9:23). Demikian juga, pemurnian yang diperlukan untuk menghasilkan buah berlimpah sangatlah sulit. Ketika Tuhan membentuk kita melalui Firman-Nya, Dia memotong kembali begitu banyak dari kehidupan kita sehingga kita seringkali bertanya-tanya apakah akan ada sesuatu yang tersisa ketika Ia selesai. Sehingga banyak orang menolak untuk mendekatkan diri dengan Yesus dan dimurnikan oleh-Nya. Orang-orang ini tidak menghasilkan buah dan dengan demikian memutuskan diri mereka sendiri dari Allah.

Akan terjadi begitu banyak “pemotongan” dan pembentukan dalam hidup kita.  Kita bisa membiarkan Allah “memotong” kita, atau kita yang akan menutup diri dari-Nya selamanya. Namun bersediakah kita untuk membiarkan Allah bekerja pada kita dalam keseharian hidup kita?

 

Tags: ,


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *