Renungan Katolik

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian 8 Mei 2012

Bacaan

  Mazmur 145:10-11,12-13
145:10Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau.
145:11Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu,
145:12untuk memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan kemuliaan semarak kerajaan-Mu.
145:13Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.
  Yohanes 14:27-31
14:27Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.
14:28Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.
14:29Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi.
14:30Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikitpun atas diri-Ku.
14:31Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku, bangunlah, marilah kita pergi dari sini."
 

Renungan:

Yesus menyampaikan kata-kata penghiburan kepada para murid. Damai sejahtera diberikan kepada mereka, sehingga mereka tak boleh lagi merasa gelisah dan takut. Yesus menghendaki agar para murid mengalami sukacita sebagai perwujudan kasih Bapa melalui Yesus Putra-Nya. Memang betapa menggembirakan kenyataan dan peristiwa itu. Inilah dasar bagi para murid untuk bersaksi di dalam dunia ini.

Namun dalam kenyataan hidup kita sehari-hari tak jarang situasi yang sebaliknya yang kita hadapi. Acapkali kita gelisah dan takut karena menghadapi sekian banyak ancaman dan teror baik yang kecil maupun yang serius. Kebutuhan sehari-hari yang belum tercukupi, biaya pendidikan anak untuk masa datang, situasi tempat kerja yang membelenggu, banyaknya iklan yang merongrong ketenangan karena belum memiliki barang-barang tersebut, dan masih banyak lagi.

Dalam keadaan seperti itu, dapatkah saya mengalami kedamaian dan kesejahteraan seperti yang saya ingini? Memang masih banyak kegelisahan dan ketakutan yang tak jarang bertahan terus dalam kehidupan ini. Ingatlah anugerah Tuhan yang berupa damai sejahtera dan dengarkan perintahNya untuk tidak gelisah dan gentar hati.

(Renungan Harian Mutiara Iman 2012, Yayasan Pustaka Nusatama,Yogyakarta)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *