Renungan Katolik

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian 7 Mei 2012

Bacaan

  Kisah Para Rasul 14:5-18
14:5Maka mulailah orang-orang yang tidak mengenal Allah dan orang-orang Yahudi bersama-sama dengan pemimpin-pemimpin mereka menimbulkan suatu gerakan untuk menyiksa dan melempari kedua rasul itu dengan batu.
14:6Setelah rasul-rasul itu mengetahuinya, menyingkirlah mereka ke kota-kota di Likaonia, yaitu Listra dan Derbe dan daerah sekitarnya.
14:7Di situ mereka memberitakan Injil.
14:8Di Listra ada seorang yang duduk saja, karena lemah kakinya dan lumpuh sejak ia dilahirkan dan belum pernah dapat berjalan.
14:9Ia duduk mendengarkan, ketika Paulus berbicara. Dan Paulus menatap dia dan melihat, bahwa ia beriman dan dapat disembuhkan.
14:10Lalu kata Paulus dengan suara nyaring: "Berdirilah tegak di atas kakimu!" Dan orang itu melonjak berdiri, lalu berjalan kian ke mari.
14:11Ketika orang banyak melihat apa yang telah diperbuat Paulus, mereka itu berseru dalam bahasa Likaonia: "Dewa-dewa telah turun ke tengah-tengah kita dalam rupa manusia."
14:12Barnabas mereka sebut Zeus dan Paulus mereka sebut Hermes, karena ia yang berbicara.
14:13Maka datanglah imam dewa Zeus, yang kuilnya terletak di luar kota, membawa lembu-lembu jantan dan karangan-karangan bunga ke pintu gerbang kota untuk mempersembahkan korban bersama-sama dengan orang banyak kepada rasul-rasul itu.
14:14Mendengar itu Barnabas dan Paulus mengoyakkan pakaian mereka, lalu terjun ke tengah-tengah orang banyak itu sambil berseru:
14:15"Hai kamu sekalian, mengapa kamu berbuat demikian? Kami ini adalah manusia biasa sama seperti kamu. Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu, supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya.
14:16Dalam zaman yang lampau Allah membiarkan semua bangsa menuruti jalannya masing-masing,
14:17namun Ia bukan tidak menyatakan diri-Nya dengan berbagai-bagai kebajikan, yaitu dengan menurunkan hujan dari langit dan dengan memberikan musim-musim subur bagi kamu. Ia memuaskan hatimu dengan makanan dan kegembiraan."
14:18Walaupun rasul-rasul itu berkata demikian, namun hampir-hampir tidak dapat mereka mencegah orang banyak mempersembahkan korban kepada mereka.
  Mazmur 115:1-2,3-4,15-16
115:1Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu!
115:2Mengapa bangsa-bangsa akan berkata: "Di mana Allah mereka?"
115:3Allah kita di sorga; Ia melakukan apa yang dikehendaki-Nya!
115:4Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia,
115:15Diberkatilah kamu oleh TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.
115:16Langit itu langit kepunyaan TUHAN, dan bumi itu telah diberikan-Nya kepada anak-anak manusia.
  Yohanes 14:21-26
14:21Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."
14:22Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: "Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?"
14:23Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.
14:24Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.
14:25Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu;
14:26tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
 

Renungan:

Sangat sering "orang-orang kecil" merasa diri atau dianggap tidak penting peranannya dalam suatu masyarakat. Begitu pula dalam gereja, biasanya para teolog atau hierarki dianggap lebih dibutuhkan ketimbang umat kebanyakan yang miskin pengetahuan agamanya dan sederhana imannya. Menarik sekali bahwa seorang lumpuh disembuhkan Paulus dalam bacaan pertama tadi adalah seorang warga Listra yang masih kafir. Ia tidak mengenal Yesus, apalagi Paulus tidak menyebut sesuatu apun tentang Yesus ketika berpidato, terkecuali berbicara tentang Allah yang hidup. Tetapi ketika Paulus menatapnya, ditemukan tanda-tanda iman dalam diri seorang kafir itu. Dan karena itu dia dianggap boleh menerima karunia kesembuhan dari lumpuhnya.

Ada dua pesan penting untuk kita. Pertama, bukan banyak sedikitnya pengetahuan agama, tetapi terutama kesejatian dan keikhlasan iman seseorang yang terungkap dalam sikap pasrah total kepada Tuhan yang diimaninya, yang amat menentukan penghargaan dan perkenan dari Tuhan. Kedua, kemampuan Paulus menemukan iman dalam diri si lumpuh yang kafir tentu bukan dari dirinya sendiri.

Sudah pasti Roh Kuduslah yang membuka mata Paulus dan menemukan benih iman sebesar biji sesawi dalam diri si lumpuh. Jadi kita selalu membutuhkan keterbukaan kepada Roh Kudus untuk bisa menemukan yang positif dan sejati dalam diri seseorang atau sesama dalam kebersamaan kita sehari-hari. Dengan demikian seperti Paulus, kita akan menjadi "talang rahmat" bagi satu sama lain. "Positive thinking" ala Paulus pantas kita juga miliki.. Mari kita minta kepada Roh Kudus, Roh Tuhan kita sendiri.

(Renungan Harian Mutiara Iman 2012, Yayasan Pustaka Nusatama,Yogyakarta)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *