Renungan Katolik

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian 7 Jun 2012

Bacaan

2 Timotius 2:8-15
2:8 Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku.
2:9 Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu.
2:10 Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal.
2:11 Benarlah perkataan ini: “Jika kita mati dengan Dia, kitapun akan hidup dengan Dia;
2:12 jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Diapun akan menyangkal kita;
2:13 jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.”
2:14 Ingatkanlah dan pesankanlah semuanya itu dengan sungguh-sungguh kepada mereka di hadapan Allah, agar jangan mereka bersilat kata, karena hal itu sama sekali tidak berguna, malah mengacaukan orang yang mendengarnya.
2:15 Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu.
Mazmur 25:4-5
25:4 Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku.
25:5 Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.
Markus 12:28-34
12:28 Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?”
12:29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”
12:32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
12:33 Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan.”
12:34 Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

Renungan

Jutaan orang, termasuk orang Kristen, mendengarkan talk show. Talk show paling populer menampilkan kontroversi secara konstan, bahkan sengketa “mengenai kata-kata” (2 Tm 2:14). Beberapa orang tertarik dengan talk show seperti ini. Kebanyakan orang tidak melihat adanya kesalahan dari talk show seperti ini. Namun, Tuhan menyatakan: “Ini tidak baik dan dapat menjadi kehancuran bagi mereka yang mendengarkan” (2 Tm 2:14). Talk show tidak hanya berbahaya bagi pembicara, mereka juga menjadi sumber kehancuran bagi para pendengar.

“Pada Hari Penghakiman,”para pembicara” akan bertanggung jawab atas setiap kata yang mereka katakan secara sembarangan” (Mat 12:36). Oleh karena itu, pendengar tidak seharusnya mendorong mereka untuk berbicara hal-hal yang berdosa. Kita harus menghentikan telinga kita untuk tidak “mendengar pertumpahan darah” (Yesaya 33:15). Ketika kita sembarangan membuka telinga kita untuk pembicaraan dari dunia, kita menutup telinga kita terhadap Firman Allah. Namun, ketika kita menutup telinga kita terhadap kontroversi keras dari dunia, kita membuka telinga kita terhadap suara Tuhan.

Tuhan memerintahkan kita: “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah” (Mzm 46:10). Berdoalah: “Berbicaralah ya Tuhan, hambaMu mendengarkan” (1 Sm 3:9).

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *