Renungan Katolik

Renungan Harian Katolik

Renungan harian 7 April 2012

Bacaan

  Mazmur 33:4-5,6-7,12-13,20,22
33:4Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan.
33:5Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia TUHAN.
33:6Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya.
33:7Ia mengumpulkan air laut seperti dalam bendungan, Ia menaruh samudera raya ke dalam wadah.
33:12Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri!
33:13TUHAN memandang dari sorga, Ia melihat semua anak manusia;
33:20Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita!
33:22Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.
  Roma 6:3-11
6:3Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?
6:4Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
6:5Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.
6:6Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.
6:7Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa.
6:8Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia.
6:9Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia.
6:10Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah.
6:11Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.
  Mazmur 118:1-2,16
118:1Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
118:2Biarlah Israel berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"
118:16tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!"
  Markus 16:1-8
16:1Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.
16:2Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur.
16:3Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?"
16:4Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling.
16:5Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Merekapun sangat terkejut,
16:6tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: "Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.
16:7Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu."
16:8Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapapun juga karena takut. Dengan singkat mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan teman-temannya. Sesudah itu Yesus sendiri dengan perantaraan murid-murid-Nya memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu.
 

Renungan:

Kecemasan yang disebabkan oleh kelemahan manusiawi adalah pengalaman setiap orang. Se-"PD-PD"nya (percaya diri), akan ada saat cemas bahkan takut menghadapi tantangan kesulitan yang besar. Pertanyaan cemas Maria Magdalena, Maria Ibu Yakobus dan Salome, "siapa yang akan menggulingkan batu di kubur nanti" menggambarkan rasa tak berdaya mereka dan manusia pada umumnya.

Kabar dari mulut seorang muda dikubur bahwa Yesus yang mereka cari itu "telah bangkit, Ia tiada ada di sini" membuat mereka "shock." Tetapi shock yang mereka alami bukan cuma ketakutan manusiawi,tetapi ada benih iman yang dahsyat dayanya terhadap kata-kata Guru mereka bahwa Dia akan bangkit pada hari ketiga sesudah kematianNya.

Iman akan kebangkitan Yesus inilah yang membuat Gereja terus eksis dan Berjaya hingga detik ini. Iman akan kebangkitan Yesus sebagai kebenaran memampukan orang-orang Kristen untuk selalu mempunyai jawaban dan cara untuk menggulingkan batu-batu tantangan hidupnya. Iman akan kebangkitan Yesus menghadirkan cahaya yang menerangi kegelapan hidup manusia karena cemas, takut, berada di jalan buntu, putus asa, kesepian, dilupakan, dan berbagai tekanan yang menimpa hidupnya. Mari kita bergembira karena batu-batu kubur yang mengerdilkan harapan hidup telah digulingkan oleh kebangkitan Yesus. Kita akan sanggup menggulingkan batu-batu kubur kehidupan kita dengan kekuatan iman akan kebangkitan Yesus. Kebangkitan Yesus membuat optimis kita menjadi kenyataan.

    

(Renungan Harian Mutiara Iman 2012, Yayasan Pustaka Nusatama Yogyakarta)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *