Renungan Katolik

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian 5 Jun 2012

Bacaan

2 Petrus 3:12-15
3:12 yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.
3:13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.
3:14 Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.
3:15 Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.
Mazmur 90:2,3-4,10,14
90:2 Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.
90:3 Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: “Kembalilah, hai anak-anak manusia!”
90:4 Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.
90:10 Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.
90:14 Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami.
Markus 12:13-17
12:13 Kemudian disuruh beberapa orang Farisi dan Herodian kepada Yesus untuk menjerat Dia dengan suatu pertanyaan.
12:14 Orang-orang itu datang dan berkata kepada-Nya: “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Allah dengan segala kejujuran. Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak? Haruskah kami bayar atau tidak?”
12:15 Tetapi Yesus mengetahui kemunafikan mereka, lalu berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mencobai Aku? Bawalah ke mari suatu dinar supaya Kulihat!”
12:16 Lalu mereka bawa. Maka Ia bertanya kepada mereka: “Gambar dan tulisan siapakah ini?” Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.”
12:17 Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!” Mereka sangat heran mendengar Dia.

Renungan

“Langit akan dihancurkan dalam api dan unsur-unsur akan mencair dalam sebuah kebakaran besar” (2 Pt 3:12). “Ketika orang mengatakan ‘Perdamaian dan keamanan’, kehancuran akan jatuh pada mereka dengan tiba-tiba seperti nyeri seorang wanita yang akan melahirkan, dan tidak akan ada jalan keluar (1 Tesalonika 5:3) Selama periode tersebut, setelah periode pencobaan, semua jenis matahari akan menjadi gelap, bulan tidak akan memunculkan cahaya, bintang-bintang akan jatuh dari langit, dan segala isi surgawi akan tergoncang (Mrk 13:24-25).

Sebagai orang Kristen, apa yang seharusnya menjadi reaksi kita terhadap peristiwa penghancuran yang merupakan akhir dari dunia ini?

Kita tidak takut terhadap akhir dunia. Sebaliknya, kita berharap untuk “langit baru dan bumi baru di mana, menurut janji-Nya, keadilan Allah akan menang” (2 Pt 3:13).
Kita tidak ingin akhir dunia tertunda lebih lama lagi. Kita ingin di segera kan (2 Pt 3:12) dengan pertobatan, evangelisasi, ketekunan dalam doa, dan dalam kekudusan. Kita berharap akan akhir dunia karena “…maka orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan” (Mrk 13:26).
Ketika kita berpikir untuk dapat melihat Yesus secara tatap muka (1 Kor 13:12), kita mulai menyanyikan “Aleluya” (Why 19:1, 3) dan berteriak “Maranatha” (“Datanglah ya Tuhan Yesus”) (Rv 22:20; 1 Kor 16:22).
Dunia ini berakhir. Aleluya Yesus akan datang kembali. Maranatha! Datanglah ya Tuhan Yesus, hari ini!

(Renungan diambil dari mycatholic.com)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *