Renungan Katolik

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian 31 Maret 2012

Bacaan

Yehezkiel 37:21-28
37:21 katakanlah kepadanya: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku menjemput orang Israel dari tengah bangsa-bangsa, ke mana mereka pergi; Aku akan mengumpulkan mereka dari segala penjuru dan akan membawa mereka ke tanah mereka.
37:22 Aku akan menjadikan mereka satu bangsa di tanah mereka, di atas gunung-gunung Israel, dan satu raja memerintah mereka seluruhnya; mereka tidak lagi menjadi dua bangsa dan tidak lagi terbagi menjadi dua kerajaan.
37:23 Mereka tidak lagi menajiskan dirinya dengan berhala-berhalanya atau dewa-dewa mereka yang menjijikkan atau dengan semua pelanggaran mereka. Tetapi Aku akan melepaskan mereka dari segala penyelewengan mereka, dengan mana mereka berbuat dosa, dan mentahirkan mereka, sehingga mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahnya.
37:24 Maka hamba-Ku Daud akan menjadi rajanya, dan mereka semuanya akan mempunyai satu gembala. Mereka akan hidup menurut peraturan-peraturan-Ku dan melakukan ketetapan-ketetapan-Ku dengan setia.
37:25 Mereka akan tinggal di tanah yang Kuberikan kepada hamba-Ku Yakub, di mana nenek moyang mereka tinggal, ya, mereka, anak-anak mereka maupun cucu cicit mereka akan tinggal di sana untuk selama-lamanya dan hamba-Ku Daud menjadi raja mereka untuk selama-lamanya.
37:26 Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka, dan itu akan menjadi perjanjian yang kekal dengan mereka. Aku akan memberkati mereka dan membuat mereka banyak dan memberikan tempat kudus-Ku di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya.
37:27 Tempat kediaman-Kupun akan ada pada mereka dan Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.
37:28 Maka bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, menguduskan Israel, pada waktu tempat kudus-Ku berada di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya.”
Yohanes 11:45-56
11:45 Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya.
11:46 Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceriterakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu.
11:47 Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: “Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat.
11:48 Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita.”
11:49 Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: “Kamu tidak tahu apa-apa,
11:50 dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa.”
11:51 Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu,
11:52 dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.
11:53 Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia.
11:54 Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi, Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim, dan di situ Ia tinggal bersama-sama murid-murid-Nya.
11:55 Pada waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu.
11:56 Mereka mencari Yesus dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain: “Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?”

Renungan

Kita semua pernah mendengarkan ungkapan “home sweet home”, ‘rumah’ adalah dimana hati kita merasa tentram dan damai. Apabila kita merenungkan bacaan Nabi Yehezkiel pada hari ini, kita akan menemukan bagaimana dia mengharapkan akan situasi ‘rumah’ pada bangsa Israel. Pada masa itu bangsa Israel merupakan bangsa yang terpecah-pecah dan Nabi Yehezkiel memiliki harapan¬† dimana bangsa Israel dapat menemukan ‘rumah’ nya kembali, menjadi satu dalam nama Tuhan. Nabi Yehezkiel mengingatkan¬† bangsa Israel bahwa mereka adalah bangsa pilihan Tuhan sehingga mereka harus menjadi satu ‘rumah’, menjadi satu keluarga dalam Tuhan.

Di gereja kita saat ini, kita merayakan anugerah Tuhan yang terbesar, yaitu menjadi satu dalam tubuh Kristus dalam perayaan Ekaristi, dimana kita menjadi satu tubuh dalam Kristus. Sebagaimana harapan Nabi Yehezkiel, jangan lah kita menjadi bangsa yang tercerai berai, tapi hidup lah dalam satu kesatuan, sebagaimana sakramen Ekaristi menyatukan kita. Nabi Yehezkiel juga mengatakan, kembalilah pada janji Tuhan pada awal mula, dan sadarilah bahwa Tuhan telah membuat janji kepada kita, bahwa apabila kita memegang janji kita terhadap Tuhan, Tuhan juga akan selalu memegang janji Nya kepada kita. Dia akan selalu menjadi Allah kita, dan kita akan selalu menjadi bangsaNya, yang selalu beserta dengan Nya.

Itulah misi dan tujuan dari Gereja saat ini, sesuai dengan apa yang disebutkan oleh Nabi Yehezkiel pada hari ini, untuk memanggil bangsa Israel untuk kembali menjadi satu. Semoga dengan bacaan hari ini, kita dapat menyadari panggilan Tuhan untuk selalu menjadi umatNya, dan menemukan ‘rumah’ kita dalam Tuhan, dalam nama putraNya terkasih Tuhan kita Yesus Kristus.

(disadur dari United States Conference of Catholic Bishops)

 

Tags:


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *