Renungan Katolik

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian 30 Jun 2012

Bacaan

Matius 8:5-17
8:5 Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya:
8:6 “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.”
8:7 Yesus berkata kepadanya: “Aku akan datang menyembuhkannya.”
8:8 Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
8:9 Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”
8:10 Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.
8:11 Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga,
8:12 sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”
8:13 Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.
8:14 Setibanya di rumah Petrus, Yesuspun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam.
8:15 Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Iapun bangunlah dan melayani Dia.
8:16 Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit.
8:17 Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.”

Renungan:

Hari ini adalah hari peringatan martir pertama di Roma. Pada tahun 64, kaisar Nero adalah tirani di kota Roma dimana terjadi kebakaran hebat di Roma, dimana sudah beredar secara luas bahwa kejadian tersebut dibuat sendiri oleh kaisar Nero sendiri untuk menyingkirkan orang-orang yang tidak dia sukai.

Setelah kebakaran mereda, kaisar Nero menuduh pengikut pengikut Kristus yang menyebabkan  kebakaran untuk melepaskan dirinya sendiri dari semua tuduhan dan kesalahan. Dia memberikan hukuman mati kepada orang-orang Kristen dalam berbagai bentuk kekejaman; dibakar dan disiksa di alun-alun kota dimana perlakuan yang mereka terima jauh lebih buruk dan hina daripada Gladiator di Colloseum yang seringkali mereka anggap sekadar “tontonan hiburan”.

Pada bacaan pertama hari ini, kita mendengar mengenai “air mata” dimana air mata tidak hanya berkaitan dengan kesedihan. Terkadang air mata juga terkait dengan pengorbanan dan kebahagian.

Marilah kita pada hari ini mengenang semua jasa dari sesama kita yang terpanggil untuk menjadi martir dalam kehidupan keseharian mereka. Sehingga air mata kita dapat menjadi sumber pengampunan terhadap diri kita dan juga terhadap dosa orang lain. Air mata semacam ini dapat menjadi perbedaan besar dalam evangelisasi dan pengampunan dalam doa kita.

Hari ini Gereja mengingat akan martir pertama di Roma. Kita mengenali akan panggilan terhadap martir untuk selalu memegang iman nya.

Pada hari ini sabda Yesus bekerja melewati segala batasan, termasuk untuk perwira yang dengan penuh iman percaya terdahap janji Kristus akan mujijat kesembuhannya. Sampai Yesus pun berkata bahwa dia tidak pernah melihat iman sebesar itu selama berada di antara kaum nya sendiri, Israel.

Mari kita berdoa, sehingga iman kita dapat menjadi saksi dalam kehidupan keseharian kita sekarang dan sampai akhir hayat kita sehingga dapat menjadi inspirasi bagi orang lain untuk bersama bersaksi akan iman terhadap Yesus. Dan mari kita panjatkan pujian kepada Tuhan yang telah menerima kembali martir-martir nya yang berpegang teguh dalam iman.

(Sumber: US Conference on Catholic Bishops)

Tags:


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *