Renungan Katolik

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian 3 Jun 2012

Bacaan

Ulangan 4:32-34,39-40
4:32 Sebab cobalah tanyakan, dari ujung langit ke ujung langit, tentang zaman dahulu, yang ada sebelum engkau, sejak waktu Allah menciptakan manusia di atas bumi, apakah ada pernah terjadi sesuatu hal yang demikian besar atau apakah ada pernah terdengar sesuatu seperti itu.
4:33 Pernahkah suatu bangsa mendengar suara ilahi, yang berbicara dari tengah-tengah api, seperti yang kaudengar dan tetap hidup?
4:34 Atau pernahkah suatu allah mencoba datang untuk mengambil baginya suatu bangsa dari tengah-tengah bangsa yang lain, dengan cobaan-cobaan, tanda-tanda serta mujizat-mujizat dan peperangan, dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung dan dengan kedahsyatan-kedahsyatan yang besar, seperti yang dilakukan TUHAN, Allahmu, bagimu di Mesir, di depan matamu?
4:39 Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa Tuhanlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain.
4:40 Berpeganglah pada ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian, dan supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk selamanya.”

 

Mazmur 33:4-5,6,9,18-19,20,22
33:4 Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan.
33:5 Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia TUHAN.
33:6 Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya.
33:9 Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada.
33:18 Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya,
33:19 untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.
33:20 Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita!
33:22 Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.
Roma 8:14-17
8:14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!”
8:16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.
8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
Matius 28:16-20
28:16 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.
28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Renungan:

Dua puluh tujuh tahun lalu, pada Misa pada perayaan hari Tritunggal Maha Kudus, saya memiliki pengalaman mendalam dan mengubah pengalaman hidup saya dalam merasakan kasih Allah Tritunggal yang telah saya sembah dan muliakan selama bertahun-tahun, namun dengan sedikit keraguan dalam hati (Mat 28:17). Saya percaya bahwa Tuhan bisa mengubah hati manusia, dan saya telah melihat hal itu terjadi kepada orang lain, namun dalam alam bawah sadar saya, saya selalu berpikir Dia tidak memiliki kekuatan untuk mengubah saya. Saya lebih mempercayai daya tahan yang berasal dari ketakutan dan kelemahan dalam hati, lebih besar dari pada kuasa Tuhan untuk mengubah saya.

Selama homili, saya penuh sesak dengan keyakinan baru dalam Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Saya membuat keputusan untuk memulai menjadi saksi akan semua hal baik yang Tuhan telah lakukan untuk saya (Mzm 116:12), dan perubahan tersebut terjadi secara permanen di tempat saya bekerja pada hari berikutnya. Perubahan ini tidak dipaksakan; hanya mengalir secara alami dan mudah dari dalam rasa syukur yang mendalam kepada Allah (1 Tes 5:18).

Setiap tahun pada hari Minggu Tritunggal Maha Kudus, kita mendapatkan curahan Roh Kudus yang secara mendalam mengajak dan menuntun kita untuk dengan penuh kasih berseru “ya Abba, ya Bapa!” (Rm 8:15; Gal 4:6). Hari ini adalah hari perayaan sukacita yang tidak dapat dipisahkan dari kita (Yoh 16:22) Hari ini kita mengingat kembali bahwa Bapa, Anak dan Roh Kudus selalu menyertai kita (Mat 28:20) Hari ini kita berikan diri kita sepenuhnya kepada Allah.

Saudara-saudara saya dalam Kristus, bersuka citalah hari ini dalam “kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus” (2 Kor 13:13). Pujilah Tritunggal Maha Kudus selamanya!

 
(Renungan berasal dari situs mycatholic.com)
  

Tags:


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *