Renungan Katolik

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian 28 May 2012

Bacaan

1 Petrus 1:3-9
1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,
1:4 untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.
1:5 Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.
1:6 Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.
1:7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu–yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api–sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.
1:8 Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan,
1:9 karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.
Mazmur 1
1:1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
1:4 Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.
1:5 Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar;
1:6 sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.
Markus 10:17-27
10:17 Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
10:18 Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.
10:19 Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!”
10:20 Lalu kata orang itu kepada-Nya: “Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.”
10:21 Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: “Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”
10:22 Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.
10:23 Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
10:24 Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi: “Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah.
10:25 Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
10:26 Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”
10:27 Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.”

Renungan:

 

THE PURPOSE OF LIFE

 
“Although you have never seen Him, you love Him.” ?1 Peter 1:8
 
The purpose of life in Christ is to receive His love and to give it to others. Thus, we serve the poor not primarily to serve the poor but to receive the Lord’s love in the poor and to give His love to them (see Mt 25:40; 1 Cor 13:3). When we obey the commandments, we are not just avoiding self-destruction and hell; we are primarily expressing our love of the Lord Who commands us (see Jn 15:10).

Because life in Christ is a life of love, trials are often the best blessings (see 1 Pt 1:6), since our love for the Lord can grow deeper in sufferings. When we realize that love, not self, is the center of life, we embrace the cross and rejoice in giving everything to the Lord. In the context of love, a compromised, lukewarm Gospel is nauseating (Rv 3:16). Christianity makes sense in the light of love, and only in the light of love.

Yesterday, the Lord gave you the Holy Spirit in a new Pentecost. He gave you gifts, fruit, power, strength, and light. As wonderful as these graces are, however, the main point of Pentecost is love. Love is “the way which surpasses all the others” (1 Cor 12:31). Love is even greater than faith and hope (1 Cor 13:13). “Seek eagerly after love” (1 Cor 14:1). “God is Love” (1 Jn 4:16).

 
Prayer: Father, on this Memorial Day, send the Spirit to produce the fruit of love in my life (Gal 5:22).
Promise: “Although you have never seen Him, you love Him, and without seeing you now believe in Him, and rejoice with inexpressible joy touched with glory because you are achieving faith’s goal, your salvation.” ?1 Pt 1:8-9
Praise: Felix reluctantly agreed to accompany his mother to her prayer meeting. He remained in the car while she joined the meeting. When there were no longer good songs on the radio, he grew bored and joined the meeting. Within a month, Felix committed his life to Jesus.
 
  


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *