Renungan Katolik

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian 27 Maret 2012

Bacaan

  Bilangan 21:4-9
21:4Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan.
21:5Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak."
21:6Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati.
21:7Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: "Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami." Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu.
21:8Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup."
21:9Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.
  Mazmur 102:2-3,16-18,19-21
102:2(102-3) Janganlah sembunyikan wajah-Mu terhadap aku pada hari aku tersesak. Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku; pada hari aku berseru, segeralah menjawab aku!
102:3(102-4) Sebab hari-hariku habis seperti asap, tulang-tulangku membara seperti perapian.
102:16(102-17) bila TUHAN sudah membangun Sion, sudah menampakkan diri dalam kemuliaan-Nya,
102:17(102-18) sudah berpaling mendengarkan doa orang-orang yang bulus, dan tidak memandang hina doa mereka.
102:18(102-19) Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji TUHAN,
102:19(102-20) sebab Ia telah memandang dari ketinggian-Nya yang kudus, TUHAN memandang dari sorga ke bumi,
102:20(102-21) untuk mendengar keluhan orang tahanan, untuk membebaskan orang-orang yang ditentukan mati dibunuh,
102:21(102-22) supaya nama TUHAN diceritakan di Sion, dan Dia dipuji-puji di Yerusalem,
  Yohanes 8:21-30
8:21Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak: "Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang."
8:22Maka kata orang-orang Yahudi itu: "Apakah Ia mau bunuh diri dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?"
8:23Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.
8:24Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu."
8:25Maka kata mereka kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Jawab Yesus kepada mereka: "Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu?
8:26Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia."
8:27Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa.
8:28Maka kata Yesus: "Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku.
8:29Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya."
8:30Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.
 

Renungan:

Yesus menegaskan diriNya kepada orang banyak yang mempertanyakan diriNya. Dengan terbuka dan jelas, Yesus mengatakan bahwa Ia berasal dari Bapa dan bukan dari dunia ini. Yesus ingin membuka mata orang banyak dan menyadarkan mereka akan siapa diriNya. Orang banyak sering kali menaruh curiga dan tidak mudah menerima Yesus yang datang untuk kebaikan mereka. Mereka tertutup terhadap kepentingan diri dan merasa diri terancam karena perbuatan buruk mereka akan terbuka. Yesus justru ingin membantu mereka agar keluar dari situasi buruk itu agar dapat diselamatkan.

Yesus datang sebagai utusan Bapa, maka Ia hanya menyampaikan yang menjadi kehendak BapaNya. Maka kesatuanNya dengan Bapa sungguh erat dan itulah yang diwartakanNya pula. Maka jika orang sungguh percaya kepada Allah, ia juga akan menerima Yesus dan percaya pada ajaran-Nya. Namun demikian sikap manusia yang tertutup seringkali menghambat karya keselamatan Allah.

Bagi kita di jaman ini terkadang sikap yang sama juga terjadi, yakni sikap tertutup terhadap Kasih Allah. Kepercayaan kita kepada Yesus menghantar kita kepada Bapa yang merencanakan keselamatan bagi kita. Itulah yang sebenarnya kita rindukan dan yang selalu kita perjuangkan dalam kehidupan di dunia ini. Maka marilah kita membuka hati dan membiarkan Yesus menyelamatkan kita.

(Renungan Harian Mutiara Iman 2012, yayasan Pustaka Nusatama Yogyakarta)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *