Renungan Katolik

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian 26 May 2012

Bacaan

Kisah Para Rasul 28:16-20,30-31
28:16 Setelah kami tiba di Roma, Paulus diperbolehkan tinggal dalam rumah sendiri bersama-sama seorang prajurit yang mengawalnya.
28:17 Tiga hari kemudian Paulus memanggil orang-orang terkemuka bangsa Yahudi dan setelah mereka berkumpul, Paulus berkata: “Saudara-saudara, meskipun aku tidak berbuat kesalahan terhadap bangsa kita atau terhadap adat istiadat nenek moyang kita, namun aku ditangkap di Yerusalem dan diserahkan kepada orang-orang Roma.
28:18 Setelah aku diperiksa, mereka bermaksud melepaskan aku, karena tidak terdapat suatu kesalahanpun padaku yang setimpal dengan hukuman mati.
28:19 Akan tetapi orang-orang Yahudi menentangnya dan karena itu terpaksalah aku naik banding kepada Kaisar, tetapi bukan dengan maksud untuk mengadukan bangsaku.
28:20 Itulah sebabnya aku meminta, supaya aku melihat kamu dan berbicara dengan kamu, sebab justru karena pengharapan Israellah aku diikat dengan belenggu ini.”
28:30 Dan Paulus tinggal dua tahun penuh di rumah yang disewanya sendiri itu; ia menerima semua orang yang datang kepadanya.
28:31 Dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus.
Mazmur 1
1:1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
1:4 Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.
1:5 Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar;
1:6 sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.
Yohanes 21:20-25
21:20 Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: “Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?”
21:21 Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: “Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?”
21:22 Jawab Yesus: “Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.”
21:23 Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: “Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu.”
21:24 Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar.
21:25 Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

Renungan:

 

DOWN TIME?

 
“Upon our entry into Rome Paul was allowed to take a lodging of his own, although a soldier was assigned to keep guard over him.” ?Acts 28:16
 
Paul was a traveling man. To take the Gospel to the nations, he had traveled almost constantly for years (2 Cor 11:26). He had plans to go to Spain to extend the outreach of the Gospel even farther (Rm 15:24). However, Paul never made it to Spain, and his traveling was abruptly stopped as he sat in jail at Caesarea for two years (Acts 24:27). Then he spent two more years under house arrest in Rome (Acts 28:16, 30).

Paul must have felt frustrated by his confinement, but he continued to proclaim the Word to those who visited him in his imprisonment. Although some believed, many didn’t (Acts 28:24). Paul probably felt that he was accomplishing nothing in Rome. However, he was faithful to his mission of proclaiming the Gospel in good times and in bad (2 Tm 4:2).

Eventually, Paul was martyred in Rome. Then others preached and pastored in Rome, cultivating the seeds of faith which Paul had planted. Many others were then martyred in Rome. The Roman church became the leading church in the world. Paul’s frustrating work under house arrest bore great fruit for God’s kingdom.

On this last day of the Pentecost novena, pray for faith to persevere in the most frustrating ministries, marriages, families, and churches. Come, Holy Spirit!

 
Prayer: Father, by the Spirit, may I walk by faith, not by sight (2 Cor 5:7).
Promise: “With full assurance, and without any hindrance whatever, he preached the reign of God and taught about the Lord Jesus Christ.” ?Acts 28:31
Praise: St. Philip is said to have edified all Rome from his confessional.
 
  


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *