Renungan Katolik

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian 22 May 2012

Bacaan

Kisah Para Rasul 20:17-27
20:17 Karena itu ia menyuruh seorang dari Miletus ke Efesus dengan pesan supaya para penatua jemaat datang ke Miletus.
20:18 Sesudah mereka datang, berkatalah ia kepada mereka: “Kamu tahu, bagaimana aku hidup di antara kamu sejak hari pertama aku tiba di Asia ini:
20:19 dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan. Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata dan banyak mengalami pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku.
20:20 Sungguhpun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah kamu;
20:21 aku senantiasa bersaksi kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus.
20:22 Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ
20:23 selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku.
20:24 Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.
20:25 Dan sekarang aku tahu, bahwa kamu tidak akan melihat mukaku lagi, kamu sekalian yang telah kukunjungi untuk memberitakan Kerajaan Allah.
20:26 Sebab itu pada hari ini aku bersaksi kepadamu, bahwa aku bersih, tidak bersalah terhadap siapapun yang akan binasa.
20:27 Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu.
Mazmur 1
1:1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
1:4 Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.
1:5 Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar;
1:6 sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.
Yohanes 17:1-11
17:1 Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata: “Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau.
17:2 Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya.
17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
17:4 Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.
17:5 Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.
17:6 Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.
17:7 Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu.
17:8 Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
17:9 Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu
17:10 dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.
17:11 Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.

Renungan:

Tuhan memberitahu kita untuk berpikir tentang hari kematian kita (lihat Sir 7:36; 28:6).

Ini tidak memiliki arti yang tidak sehat semata melainkan merupakan dasar dari pandangan hidup kita yang sesungguhnya pada saat ini. Sebagai contoh, ketika kita berpikir tentang hari kematian kita, beberapa hal yang sering menjadi pokok perhatian kita saat ini tampaknya menjadi hampir tidak berarti, sementara hal lain yang setiap hari kita dapat sebagai sesuatu kewajaran/keseharian menjadi lebih signifikan. Pikiran akan kematian seringkali  membersihkan visi dan penglihatan kita dan membuat kita menyadari bahwa kita telah menyia-nyiakan sebagian besar hidup kita.

Namun, Yesus tidak memiliki pengalaman ini. Ketika Ia memikirkan kematian-Nya yang sangat dekat, Dia tidak menyesal. Dia berdoa kepada Bapa-Nya: “Aku telahmemberikan Engkau kemuliaan di bumi dengan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan padaKu” (Yoh 17:4). Sebagaimana juga Paulus, dia melihat kembali pada kehidupannya sebagai perjalanan yang telah terpenuhi dan tidak merupakan kekosongan, saat ia telah menyelesaikan kompetisi dan menyelesaikan tugas pelayanan yang Tuhan telah tugaskan kepadanya (Kisah Para Rasul 20:24).

Bagaimana kita bisa menjaga diri dari menyia-nyiakan hidup kita? Bagaimana kita bisa melihat kebenaran sebelum semuanya terlambat? Oleh kuasa Roh Kudus kita dapat berhubungan dengan realitas kematian dan kehidupan. Hanya melalui Roh dapat menaklukkan ilusi keinginan duaniawai, dan keinginan daging yang fana (lihat Gal 5:17; Ef 4:22). Hanya Roh Kebenaran yang lebih besar dari roh kematian dan penipuan (lihat 1 Yoh 4:4, 6). Kita dapat memilih antara menerima Roh Kudus atau menjalani hidup dengan penuh penyesalan dan keraguan (1 Yoh 3:14). Datanglah, Roh Kudus!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *