Renungan Katolik

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian 20 April 2012

Bacaan

  Kisah Para Rasul 5:34-42
5:34Tetapi seorang Farisi dalam Mahkamah Agama itu, yang bernama Gamaliel, seorang ahli Taurat yang sangat dihormati seluruh orang banyak, bangkit dan meminta, supaya orang-orang itu disuruh keluar sebentar.
5:35Sesudah itu ia berkata kepada sidang: "Hai orang-orang Israel, pertimbangkanlah baik-baik, apa yang hendak kamu perbuat terhadap orang-orang ini!
5:36Sebab dahulu telah muncul si Teudas, yang mengaku dirinya seorang istimewa dan ia mempunyai kira-kira empat ratus orang pengikut; tetapi ia dibunuh dan cerai-berailah seluruh pengikutnya dan lenyap.
5:37Sesudah dia, pada waktu pendaftaran penduduk, muncullah si Yudas, seorang Galilea. Ia menyeret banyak orang dalam pemberontakannya, tetapi ia juga tewas dan cerai-berailah seluruh pengikutnya.
5:38Karena itu aku berkata kepadamu: Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap,
5:39tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah." Nasihat itu diterima.
5:40Mereka memanggil rasul-rasul itu, lalu menyesah mereka dan melarang mereka mengajar dalam nama Yesus. Sesudah itu mereka dilepaskan.
5:41Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.
5:42Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah-rumah orang dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias.
  Mazmur 27:1,4,13-14
27:1Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?
27:4Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.
27:13Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!
27:14Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!
  Yohanes 6:1-15
6:1Sesudah itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias.
6:2Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit.
6:3Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya.
6:4Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat.
6:5Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?"
6:6Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.
6:7Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja."
6:8Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya:
6:9"Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?"
6:10Kata Yesus: "Suruhlah orang-orang itu duduk." Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya.
6:11Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.
6:12Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang."
6:13Maka merekapun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan.
6:14Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: "Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia."
6:15Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.
 

Renungan:

"Di mana kita akan membeli roti sehingga mereka dapat makan?" Pertanyaan ini dilontarkan oleh Yesus ketika Yesus bersama para muridNya diikuti oleh banyak orang. Mereka semua belum makan dan pastinya kelaparan. Pertanyaan itu mendatangkan aneka tanggapan dari para muridNya. Ada yang mengatakan, "Roti seharga dua ratus dinar tidak cukup untuk mereka." Dengan kata lain, tidak mungkin kita memberi mereka semua makan. Namun ada yang justru menunjuk seorang anak yang membawa makanan: lima roti dan dua ikan. Rupanya ketika orang diminta untuk memperhatikan orang lain, dengan begitu mudah mereka menghindar dan merasa tidak mempunyai apa-apa; atau lebih menunjuk orang lain daripada kemampuan dirinya sendiri.

Mereka mencari aman dan tidak mau berkorban.Inilah sifat dari kebanyaan orang. Mereka tidak mau memikirkan kebutuhan orang lain dan ketika ada yang membutuhkan mereka tidak berani menawarkan sesuatu bagi mereka. Yesus ingin kita seperti anak kecil, yang merelakan roti dan ikannya untuk kepentingan banyak orang. Memberi bukan soal banyak dan sedikit, tetapi soal ketulusan dan kerelaan diri untuk berbagi. Kita sebenarnya malu, bahwa seorang anak kecil bisa berbagi, sedangkan yang dewasa dan tua malah menghindar dan tidak mau berkorban.

 Yesus tidak ingin kita memiliki sikap yang berlebihan. Yesus menegaskan bahwa dalam diri kita, ada sesuatu yang pasti bisa dibagikan untuk kebaikan dan kehidupan banyak orang.

(Renungan Harian Mutiara Iman 2012, Yayasan Pustaka Nusatama,Yogyakarta)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *