Renungan Katolik

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian 10 Mei 2012

Bacaan

  Kisah Para Rasul 15:7-21
15:7Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: "Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya.
15:8Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita,
15:9dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman.
15:10Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri?
15:11Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga."
15:12Maka diamlah seluruh umat itu, lalu mereka mendengarkan Paulus dan Barnabas menceriterakan segala tanda dan mujizat yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka di tengah-tengah bangsa-bangsa lain.
15:13Setelah Paulus dan Barnabas selesai berbicara, berkatalah Yakobus: "Hai saudara-saudara, dengarkanlah aku:
15:14Simon telah menceriterakan, bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya.
15:15Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis:
15:16Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan,
15:17supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini,
15:18yang telah diketahui dari sejak semula.
15:19Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah,
15:20tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah.
15:21Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat."
  Mazmur 96:1-2
96:1Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi!
96:2Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari.
  Yohanes 15:9-11
15:9"Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.
15:10Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.
15:11Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.
 

Renungan:

 Membaca bacaan pertama di atas kita bisa membayangkan perkembangan Gereja Perdana. Ada semangat yang luar biasa dalam diri para rasul dan para murid untuk mewartakan Yesus Kristus. Namun tidak jarang ada juga konflik-konflik yang mereka alami. Paulus dan Barnabas menjadi rasul-rasul andalan mewartakan Yesus Kristus di antara para bangsa.

Pertemuan dengan banyak bangsa menuntun mereka untuk menemukan cara-cara pewartaan yang bisa diterima, namun seringkali juga berbeda dengan Gereja induk di Yerusalem. Maka mereka pun mesti mempertanggungjawabkan apa yang mereka buat. Dalam konflik pendapat yang tinggi itu Petrus hadir sebagai pemimpin yang bijaksana. Petrus dengan bijak melihat apa yang dihadapi dan dibuat oleh Paulus dan Barnabas sehingga dia pun tidak ingin orang yang berbalik pada Tuhan diberi beban yang tidak perlu. Bagi dia yang utama adalah Kristus dan dia pun memegang pesan Yesus. "Jikalau kamu menuruti perintahKu, kamu akan tinggal di dalam kasihKu, seperti Aku menuruti perintah BapaKu dan tinggal di dalam kasihNya" (Yoh 15:10).

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu membedakan yang utama dan yang sampingan. Ketika seseorang mampu memegang hal utama dia akan mampu menjadi pemimpin yang baik, tidak ragu dalam menjalankan kepemimpinannya, tidak takut pada bahaya yang mengancam dirinya. Pemimpin yang penuh keraguan, apalagi penakut, akan membingungkan orang-orang yang dipimpinnya dan tidak akan pernah membawa pada kesejahteraan. Pemimpin perlu menjaga keutuhan umat dengan berpegang pada orientasi utama yaitu mengasihi Tuhan Allah dan sesama manusia.

(Renungan Harian Mutiara Iman 2012, Yayasan Pustaka Nusatama,Yogyakarta)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *