Renungan Katolik

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian 1 Mei 2012

Bacaan

  Kisah Para Rasul 11:19-26
11:19Sementara itu banyak saudara-saudara telah tersebar karena penganiayaan yang timbul sesudah Stefanus dihukum mati. Mereka tersebar sampai ke Fenisia, Siprus dan Antiokhia; namun mereka memberitakan Injil kepada orang Yahudi saja.
11:20Akan tetapi di antara mereka ada beberapa orang Siprus dan orang Kirene yang tiba di Antiokhia dan berkata-kata juga kepada orang-orang Yunani dan memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan.
11:21Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan.
11:22Maka sampailah kabar tentang mereka itu kepada jemaat di Yerusalem, lalu jemaat itu mengutus Barnabas ke Antiokhia.
11:23Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan,
11:24karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan.
11:25Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia.
11:26Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.
  Mazmur 87:1-3,4-5,6-7
87:1Mazmur bani Korah: suatu nyanyian. Di gunung-gunung yang kudus ada kota yang dibangunkan-Nya:
87:2TUHAN lebih mencintai pintu-pintu gerbang Sion dari pada segala tempat kediaman Yakub.
87:3Hal-hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota Allah. Sela
87:4Aku menyebut Rahab dan Babel di antara orang-orang yang mengenal Aku, bahkan Filistea, Tirus dan Etiopia: "Ini dilahirkan di sana."
87:5Tetapi tentang Sion dikatakan: "Seorang demi seorang dilahirkan di dalamnya," dan Dia, Yang Mahatinggi, menegakkannya.
87:6TUHAN menghitung pada waktu mencatat bangsa-bangsa: "Ini dilahirkan di sana." Sela
87:7Dan orang menyanyi-nyanyi sambil menari beramai-ramai: "Segala mata airku ada di dalammu."
  Yohanes 10:22-30
10:22Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin.
10:23Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo.
10:24Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: "Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami."
10:25Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,
10:26tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.
10:27Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
10:28dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
10:29Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.
10:30Aku dan Bapa adalah satu."
 

Renungan:

Orang-orang Yahudi menghadapi Yesus dengan sikap bimbang, penasaran dan penuh teka-teki. Seakan mereka tidak pernah melihat Yesus berkarya atau mendengar Yesus mengajar. Mereka lalu mendatangi Yesus, mendesak Dia untuk segera menyingkapkan DiriNya di hadapan mereka. "Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami" (Yoh 10:24). Bagaimana reaksi Yesus? Yesus menunjukkan dua sebab mengapa mereka tidak mengenal diriNya. Pertama, mereka tidak pernah berpikir apalagi meyakini bahwa dengan mengerjakan karya-karya besar Allah, Yesus sesungguhnya menunjukkan diri berasal dari Allah.

Kedua, mereka belum membuka diri  untuk menjadi kawanan domba, milik kepunyaanNya. Artinya, Yesus belum mendapat tempat dalam hati mereka. Sesama atau Tuhan mendapat tempat dalam hati kita bukan pertama-tama karena kita mendengar mereka berbicara, melihat mereka berkarya melainkan karena hati kita tulus dan terbuka menerima mereka. Apakah Anda merasa sesame dan Tuhan jauh dari Anda? Jangan-jangan relasi kita dengan sesama dan Tuhan hanya terbangun karena relasi karya dan kepentingan dan tidak terbangun karena relasi pribadi dengan dasar hati tulus dan terbuka.

(Renungan Harian Mutiara Iman 2012, Yayasan Pustaka Nusatama,Yogyakarta)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *