Renungan Katolik

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian 1 April 2012

Bacaan

  Markus 11:1-10
11:1Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem, dekat Betfage dan Betania yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya
11:2dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah ke mari.
11:3Dan jika ada orang mengatakan kepadamu: Mengapa kamu lakukan itu, jawablah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya ke sini."
11:4Merekapun pergi, dan menemukan seekor keledai muda tertambat di depan pintu di luar, di pinggir jalan, lalu melepaskannya.
11:5Dan beberapa orang yang ada di situ berkata kepada mereka: "Apa maksudnya kamu melepaskan keledai itu?"
11:6Lalu mereka menjawab seperti yang sudah dikatakan Yesus. Maka orang-orang itu membiarkan mereka.
11:7Lalu mereka membawa keledai itu kepada Yesus, dan mengalasinya dengan pakaian mereka, kemudian Yesus naik ke atasnya.
11:8Banyak orang yang menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang menyebarkan ranting-ranting hijau yang mereka ambil dari ladang.
11:9Orang-orang yang berjalan di depan dan mereka yang mengikuti dari belakang berseru: "Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan,
11:10diberkatilah Kerajaan yang datang, Kerajaan bapak kita Daud, hosana di tempat yang maha tinggi!"
  Yesaya 50:4-7
50:4Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.
50:5Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang.
50:6Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi.
50:7Tetapi Tuhan ALLAH menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu karena aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu.
  Mazmur 22:8-9,17-18
22:8(22-9) "Ia menyerah kepada TUHAN; biarlah Dia yang meluputkannya, biarlah Dia yang melepaskannya! Bukankah Dia berkenan kepadanya?"
22:9(22-10) Ya, Engkau yang mengeluarkan aku dari kandungan; Engkau yang membuat aku aman pada dada ibuku.
22:17(22-18) Segala tulangku dapat kuhitung; mereka menonton, mereka memandangi aku.
22:18(22-19) Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku.
 

Renungan:

Suasana hati kita hari ini campur aduk. Bacaan perarakan mengetengahkan sambutan hangat massa terhadap Yesus: dieluk-elukkan, disambut dengan sorak-sorai, diagung-agungkan sebagai raja dan orang terberkati. Sementara dalam bacaan misa, dikisahkan penderitaan Yesus: ditangkap, diadili, disiksa, didera, disalibkan dan mati tergantung di salib. Apa yang menarik dari kisah bacaan misa hari ini? Pembalikan sikap kepala pasukan! Semula, tanpa perikemanusiaan ia memerintahkan anak buahnya untuk menyiksa, mendera, menyalibkan Yesus. Tetapi begitu ia melihat proses kematian Yesus ia berkata dengan tulus: "Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!"

Yesus menggunakan jurus apa di sini sehingga kepala pasukan itu berubah begitu radikal seketika? Yesus ibarat memadamkan kobaran api dengan air, demikian pula memadamkan amarah dan kebencian dengan kasih dan pengampunan! Apakah kasih dan pengampunan masih menjadi senjata utama Anda dalam menghadapi kekerasan dan perlakuan tidak adil dewasa ini?

(Renungan Harian Mutiara Iman 2012, yayasan Pustaka Nusatama Yogyakarta)