Renungan Katolik

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian 05 Maret 2013

Bacaan

Daniel 3:25
3:25 Katanya: “Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!”
Mazmur 25:4-5,6-7,8-9
25:4 Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku.
25:5 Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.
25:6 Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya TUHAN, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala.
25:7 Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN.
25:8 TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.
25:9 Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.
Matius 18:21-35
18:21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?”
18:22 Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
18:23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
18:24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
18:25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.
18:26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.
18:27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.
18:28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!
18:29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.
18:30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.
18:31 Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.
18:32 Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.
18:33 Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?
18:34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.
18:35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.”

Renungan:

Bacaan Injil hari ini mengajarkan kepada kita semua tentang pengampunan. Petrus bertanya kepada Yesus, berapa kali kita harus mengampuni kesalahan sesama. Tujuh kalikah? Dan jawaban Tuhan Yesustentu di luar batas pengampunan yang dipikirkan oleh Petrus. Jawabnya sangat jelas, bahwa pengikut Yesus harus mengampuni tanpa batas. Inilah perintah Tuhan bahwa para murid Yesus haruslahmengampuni tanpa batas.

Salah satu perintah Tuhan yang paling sulit untuk dilakukan adalah mengampuni. Banyak penderitaan yang kita alami di dunia ini, salah satunya adalah karena kita tidak bisa mengampuni sesama. Di banyak tempat, kebencian dan kemudian perselisihan terjadi karena balas dendam. Balas dendam terjadi karena salah satu pihak tidak bisa mengampuni. Banyak penyakit yang ada dalam diri kita terjadi karena kita menyimpan kebencian atau singkatnya kita tidak bisa mengampuni orang yang bersalah kepada kita.

Injil hari ini mengajak kita semua untuk belajar terus menerus mengampuni sesama. Kita boleh percaya bahwa ketika kita bisa lebih banyak mengampuni, kehidupan kita akan menjadi lebih damaidan membahagiakan.

Surga di dunia kita akan semakin nyata ketika kita saling bisa mengampuni kesalahan sesama.Tetapi kita juga perlu ingat bahwa untuk mengampuni memerlukan rahmat dan berkat dari Allah Sang Sumber Kasih itu sendiri. Pengampunan bukan semata-mata kemampuan kita melainkan jugakarena rahmat yang perlu dimohonkan.

 

(Renungan Harian Mutiara Iman 2013, yayasan Pustaka Nusatama, Yogyakarta)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *